Takaran Ideal Biji Kopi dan Air untuk Hasil Seduhan Terbaik
- Danar Penulis

- Aug 6, 2025
- 3 min read

Sebagai barista, saya percaya bahwa seduhan kopi terbaik bukan hanya soal biji pilihan atau metode penyeduhan, tapi dimulai dari dasar yang paling penting: takaran. Salah takaran bisa membuat kopi terasa terlalu pahit, terlalu encer, atau malah datar dan membingungkan.
Takaran adalah bahasa pertama yang digunakan biji kopi untuk bicara kepada kita. Maka, pahami takaran, maka Anda akan pahami kopi.
Di artikel ini, saya akan mengupas secara mendalam dan praktis tentang takaran ideal antara biji kopi dan air. Bukan sekadar teori, tapi dari pengalaman harian di bar kopi, uji coba kompetisi, hingga eksperimen pelanggan rumahan.
Rasio Golden Cup ala SCAA
Specialty Coffee Association of America (SCAA) menetapkan standar rasio emas: 1:15 hingga 1:18. Artinya:
Setiap 1 gram kopi diseduh dengan 15 hingga 18 gram air.
Semakin kecil angkanya (misalnya 1:15), rasa kopi akan lebih tebal, pekat, dan intens. Semakin besar (1:18), rasa akan lebih ringan, lembut, dan clean.
Contoh praktis:
15g kopi → 225 ml air (1:15)
18g kopi → 306 ml air (1:17)
20g kopi → 360 ml air (1:18)
📌 Tips barista: Rasio 1:16 adalah titik tengah yang fleksibel. Dari sini Anda bisa mengatur ke bold atau clean sesuai selera pribadi.
Ukuran Takaran untuk Pemula (Tanpa Timbangan)
Jika belum punya timbangan digital, berikut konversi kasar yang bisa digunakan:
Biji Kopi (gram) | Sendok Makan (±) |
10 g | 1 sendok penuh |
15 g | 1,5 sendok |
20 g | 2 sendok |
Namun, perlu diingat bahwa ukuran gilingan (grind size) dan tingkat kelembapan kopi akan memengaruhi akurasi pengukuran ini.
📌 Saran ahli: Investasi di timbangan akurat (0.1g) sangat membantu konsistensi rasa. Bahkan barista profesional tidak mengandalkan takaran manual saat kompetisi.
Menyesuaikan Takaran Berdasarkan Metode Seduh
Setiap metode seduh memiliki karakteristik ekstraksi yang berbeda. Maka takaran pun menyesuaikan:
Metode Seduh | Rasio Umum | Karakter Seduhan |
V60 / Pour Over | 1:15 – 1:17 | Clean, kompleks, floral |
French Press | 1:12 – 1:15 | Tebal, rich, earthy |
Espresso | 1:2 – 1:2.5 | Intense, padat, berkarakter |
Cold Brew | 1:5 – 1:8 | Pekat, halus, low acid |
Moka Pot | 1:7 – 1:10 | Bold, klasik, smoky |
📌 Catatan barista: Untuk espresso, penggunaan takaran bukan sekadar berat tapi juga mempertimbangkan "yield" (output kopi) dan waktu ekstraksi. Maka espresso disebut ilmu yang kompleks dan seni yang presisi.
Variabel Lain yang Mempengaruhi Rasa
Takaran hanyalah permulaan. Untuk hasil maksimal, perhatikan juga:
Grind Size:
Terlalu halus = over-extract → pahit & astringent
Terlalu kasar = under-extract → flat & watery
Suhu Air: Idealnya antara 90–96°C. Terlalu panas bisa “membakar” kopi, terlalu dingin menyebabkan under extraction.
Waktu Seduh:
V60: 2:30–3:00 menit
French Press: 4–5 menit
Cold Brew: 12–18 jam dalam kulkas
Kualitas Air: Air adalah 98% dari kopi. Gunakan air dengan TDS 75–150 ppm, pH netral. Hindari air keran yang terlalu keras atau air RO murni yang “kosong.”
📌 Tips lanjutan: J
ika rasio kopi-air ideal tapi rasa tetap “off”, lihat apakah suhu, gilingan, atau airnya penyebabnya.
Penyesuaian Sesuai Selera
Tidak semua orang suka kopi yang sama. Maka, takaran harus personal:
Pecinta kopi bold dan pahit: Coba 1:14 – 1:15
Penyuka kopi ringan, floral: Coba 1:17 – 1:18
Penikmat kopi susu atau es kopi kekinian: Gunakan kopi lebih pekat dari awal (1:14 – 1:15), agar tidak “kalah” oleh susu dan es
📌 Tips barista: Selalu catat hasil seduhan Anda. Misalnya: “V60 – 17g kopi, 270ml air, grind medium-fine, 2:45 menit.” Ini jadi jurnal rasa Anda sendiri.
Studi Kasus: Kenapa Rasio Salah Merusak Kopi
Seorang pelanggan Kenal Coffee pernah berkata: “Saya coba Kintamani, kok pahit banget ya?” Setelah ditelusuri, ia menyeduh 10 gram kopi dengan hanya 100ml air (1:10).
Hasilnya? Over-extracted. Rasa jeruk khas Kintamani hilang, yang muncul malah rasa pahit dan burnt. Setelah kami bantu koreksi rasio menjadi 1:16, kopi itu jadi manis, floral, dan segar.
📌 Pelajaran: Rasio bukan sekadar angka. Ia adalah jembatan antara potensi kopi dan pengalaman minum yang menyenangkan.
Penutup: Takaran Adalah Pondasi, Bukan Aturan Mati
Takaran kopi bukan dogma. Tapi ia adalah fondasi penting agar Anda punya starting point yang stabil.
Kenal Coffee selalu mencantumkan panduan takaran pada setiap kemasan, bukan untuk membatasi, tapi untuk membantu Anda menemukan versi terbaik dari secangkir kopi yang Anda buat sendiri.
☕ Mulailah dari presisi. Nikmati hasilnya dengan hati. Karena kopi yang enak bukan hasil kebetulan.



Comments