Cara Menyimpan Biji Kopi Agar Tetap Segar dan Awet
- Danar Penulis

- Jul 19, 2025
- 3 min read

Banyak orang mengira kopi adalah produk yang bisa disimpan lama tanpa berubah rasa. Padahal kenyataannya, kopi adalah bahan konsumsi yang sangat sensitif terhadap waktu dan lingkungan. Jika salah menyimpan, kopi bisa kehilangan aromanya, berubah rasa, bahkan menjadi tengik.
Penyimpanan yang salah adalah salah satu penyebab utama kopi menjadi flat atau pahit, meskipun biji kopi yang dibeli adalah kopi berkualitas tinggi.
Untuk itu, penting bagi semua pecinta kopi memahami cara menyimpan biji kopi agar tetap segar dan awet.
Mengapa Biji Kopi Cepat Kehilangan Kualitas?
Setelah proses roasting, biji kopi langsung mengalami proses alami yang disebut staling atau penurunan kualitas rasa. Ada beberapa faktor penyebab utama:
1. Oksidasi
Biji kopi yang terkena udara akan mengalami oksidasi. Oksigen bereaksi dengan:
Lipid (minyak kopi) → menyebabkan bau tengik
Senyawa aromatik volatil → menyebabkan aroma kopi hilang
Menurut Journal of Food Science (2018), dalam 4 minggu penyimpanan terbuka, kopi bisa kehilangan hingga 60% senyawa aromatiknya.
2. Degassing dan Volatilitas Aroma
Setelah roasting, biji kopi masih mengeluarkan gas CO₂ (proses degassing). Ini proses alami, tapi jika kopi langsung terpapar udara terbuka, gas aromatik lain juga ikut keluar, mengurangi kompleksitas rasa.
3. Kelembapan
Biji kopi bersifat higroskopis, yaitu mudah menyerap air dari udara. Jika kelembapan tinggi, kopi bisa:
Kehilangan rasa
Tumbuh jamur
Mengalami perubahan tekstur dan warna
4. Cahaya dan Suhu
Paparan cahaya, terutama sinar UV, mempercepat kerusakan senyawa organik pada kopi. Sementara suhu tinggi mempercepat reaksi kimia destruktif pada minyak kopi.
Menurut Food Chemistry Journal (2019), suhu penyimpanan yang terlalu panas mempercepat dekomposisi aldehid dan ester kopi, dua senyawa penting penentu aroma.
Bagaimana Cara Menyimpan Biji Kopi Agar Tetap Segar dan Awet?
Berikut adalah panduan penyimpanan yang dianjurkan oleh para ahli kopi:
1. Gunakan Wadah Kedap Udara
Gunakan wadah dengan fitur:
Valve satu arah → Mengeluarkan CO₂ tanpa membiarkan oksigen masuk
Anti cahaya → Jangan gunakan toples kaca bening
Kedap udara rapat → Hindari udara luar masuk berulang-ulang
2. Simpan di Tempat Sejuk dan Kering
Suhu ideal: 15–25°C
Hindari suhu dapur yang dekat kompor atau oven
Hindari kulkas, karena perubahan suhu bisa menyebabkan kondensasi air
3. Jangan Simpan Kopi dalam Bentuk Bubuk
Kopi bubuk lebih cepat rusak karena:
Luas permukaan lebih besar → Oksidasi lebih cepat
Kehilangan 70% aroma dalam 15 menit setelah digiling (Journal of Agricultural and Food Chemistry, 2020)
Selalu simpan dalam bentuk biji, giling saat akan diseduh.
4. Belilah Kopi dalam Jumlah Sesuai Konsumsi
Idealnya, beli kopi untuk kebutuhan 2–4 minggu saja agar tetap segar. Jika membeli dalam jumlah besar, bagi menjadi beberapa wadah kecil agar tidak sering buka-tutup.
Berapa Lama Biji Kopi Bisa Disimpan?
Kondisi Penyimpanan | Umur Simpan |
Kemasan original dengan valve, suhu ruang stabil | 4–6 minggu |
Dalam wadah kedap udara, tempat sejuk dan kering | 6–8 minggu |
Dalam freezer (dengan metode vakum) | Hingga 6 bulan* (namun disarankan hanya untuk kopi cadangan, bukan konsumsi harian) |
Pilihan Biji Kopi Berkualitas dari Kenal Coffee
Kenal Coffee menyediakan biji kopi segar dengan kemasan degassing valve untuk menjaga kualitas saat pengiriman. Anda bisa memilih:
Gayo Aceh Single Origin
Kintamani Bali
Betawi Blend
Jasuba Blend
Lihat pilihan kopi Kenal Coffee – https://www.kenal.coffee/kenal-coffee
Kesimpulan
Menyimpan biji kopi dengan benar adalah investasi rasa. Jangan biarkan kopi berkualitas kehilangan aromanya hanya karena salah cara menyimpan.
Gunakan wadah kedap udara, simpan di tempat sejuk, dan giling kopi saat akan diseduh untuk menjaga kesegaran optimal.
Kenal Coffee siap menyediakan biji kopi terbaik untuk Anda, lengkap dengan kemasan yang mendukung penyimpanan lebih baik di rumah.



Comments